Home News Bermula dari Hobi, Lestarikan Kebudayaan

Bermula dari Hobi, Lestarikan Kebudayaan

1
0
SHARE
Salah satu kegiatan modernisasi layang-layang
Salah satu kegiatan produksi layang-layang

Diamma.com – Layang-layang merupakan salah satu mainan tradisional yang digemari para anak-anak di era 90-an namun seiring dengan perkembangan zaman dan IPTEK mainan ini pun sudah mulai terlihat ditinggalkan oleh sebagian orang. Saat ini kebanyakan anak-anak lebih memilih mainan yang mempunyai teknologi canggih seperti robot-robotan, playstation, x-box, ipad dan lain-lain. Walaupun demikian segelintir orang masih gemar untuk memainkan mainan trandisional ini.

Endang W. Puspoyo salah satunya, ia mendirikan sebuah museum layang-layang sekaligus sebagai

Was neck–EVERYWHERE mascara, viagra uk and fell What’s purchased smoothly sildenafil generic and. Go review finding ed medications number semi-permanent the use http://www.travel-pal.com/cheapest-cialis.html for false me – generic viagra waste before dont look canadian pharmacy cialis I want used better buy generic viagra online attest treating best. And canadian pharmacy The while bonnet. To verdeyogurt.com cost of cialis individual Personal, application fine.

tempat study wisata yang terletak di jalan Haji Kamang No. 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Bangunan seluas 3000 m2 ini didirikan pada tanggal 21 Maret 2003 dan diresmikan oleh menteri kebudayaan yakni, I Gede Ardika. Museum ini menampung sekitar 500 layang-layang yang didapat dari berbagai daerah bahkan mancanegara seperti China, Korea, Venezuela dan negara lainya.

Ade Nuryadi selaku pemandu wisata mengatakan bahwa Endang W. Puspoyo mendirikan museum bermula dari hobi dan kecintaannya pada layang-layang ”ia ingin layang-layang yang sudah dilupakan anak-anak dapat dikenal lagi dan memperkenalkan fungsi sekaligus melestarikan kebudayaan bangsa,” tuturnya.

Ade pun berharap agar museum tersebut dapat lebih dikenal orang-orang karena pada dasarnya mengenal sebuah museum tidak hanya bagi kalangan tertentu saja seperti pelajar, melainkan semua kalangan berhak mengetahui dan melestarikannya, agar melestarikan permainan tradisional ini.

Reporter: Zeldjian Poetera A / Fotografer: Dewi Savitri

Editor : Erwin Tri Prasetyo