Home News Pengajar Muda, Cerdaskan Kehidupan Warga Pelosok

Pengajar Muda, Cerdaskan Kehidupan Warga Pelosok

117
0
SHARE

Ayu Kartika Dewi

Diamma.com – Berawal dari keinginan untuk melakukan perubahan langsung, dalam bidang pendidikan.

Para relawan  yang disebut Pengajar Muda ini, tergabung dalam Gerakan Indonesia Mengajar, yang berlokasi di Jln. Galuh II No 4, Kebayoran Baru-Jakarta Selatan.

Pengajar Muda bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan ilmunya untuk mengajar di sekolah-sekolah pelosok yang ada di Indonesia.

Gerakan Indonesia Mengajar, dicetuskan oleh Anies Rasyid Baswedan pada tahun 2009, yang diinspirasi dari proses panjang, yang dibangun selama bertahun-tahun.

Proses panjang yang merupakan gabungan pembelajaran dari berbagai generasi, perjalanan aktivitas pengabdian, maupun interaksi dengan berbagai masyarakat, juga pengetahuan modern yang dipetik dari dunia akademik global.

Para Pengajar Muda merupakan sarjana-sarjana terbaik dari berbagi penjuru tanah air. Terpanggil untuk mengemban tugas yang mulia, sebuah tugas yang membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui langkah nyata.

“Menjadi pengajar muda merupakan kesempatan, sekaligus kehormatan besar, untuk mengenal bangsa indonesia secara langsung dan utuh,” ucap Ayu Kartika Dewi, salah satu Pengajar Muda.

Para Pengajar muda tersebut akan mengajar selama 1 tahun di Sekolah Dasar (SD), yang ada di daerah pelosok. “kenapa hanya 1 tahun, karena menjadi guru atau PNS butuh waktu,” jelasnya.

“Apabila seumur hidup mengajar disana, belum tentu semuanya mau, dan kenapa di SD, karena lokasi SD lebih banyak didaerah pelosok, dibandingkan tingkat SMP atau SMA yang sudah banyak berlokasi dikota,” ujar Ayu.

Sewaktu itu Ayu mengajar di pelosok Desa Papaloang, Halmahera Selatan-Maluku Utara, dengan berbagai kegiatan. Diantaranya kegiatan kulikuler, ekstrakulikuler, pembelajaran masyarakat dan advokasi pendidikan.

Banyak sekali pengalaman, serta ilmu yang ia didapatkan selama 1 tahun (November 2010- November 2011), ketika berada disana.

Kebaikan itu juga mengalami hambatan.

Tidak ada satu langkah kebaikan yang kita jalani, tidak mendapat hambatan. Hambatan yang kerap kali dihadapi oleh Pengajar Muda, diantaranya keterlibatan masyarakat yang tinggal di pelosok, serta kurangnya kepedulian terhadap pendidikan untuk anaknya.

Misalnya ketika musim panen ikan tiba, orang tuanya akan mengajak mereka melaut, dan membolehkan mereka untuk tidak bersekolah. Meskipun tidak semua orang tua disana bersikap seperti itu.

Ayu juga berharap, semoga para Pengajar Muda bisa membawa perubahan di daerah masing-masing, dan daerah tersebut bisa lebih maju dalam bidang pendidikan.

Reporter : Achmad Rafiq, Fadhis Abby, Dila Putri / Fotografer : Dila Putri

Editor : Frieska M.