Home Entertainment Budaya Card Flourish, Bukan Kartu Biasa

Card Flourish, Bukan Kartu Biasa

20
0
SHARE

Bermain kartu pada umumnya sudah biasa, berbeda halnya dengan card flourish. Bagi mereka, dengan memainkan card flourish dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam berseni, khususnya dengan menggunakan kartu.

Diamma.com – Pernahkah anda melihat kartu remi? pasti pernah, apa yang ada dibenak anda, judi?. Memang kartu remi sering dikaitkan dengan hal tersebut. Kali ini berbeda, kami akan mengenalkan permainan ini. Namanya adalah Flourish, sebuah seni yang mengutamakan keterampilan dan kecekatan tangan dalam memainkan kartu.

Flourish tergolong sukar untuk dipelajari, karena membutuhkan cukup banyak latihan, tidak hanya sekali-duakali, namun berkali-kali. Apabila telah berhasil menguasai satu gerakan flourish, maka pasti akan merasa katagihan dan ingin mempelajari gerakan flourish yang lain. Orang-orang yang menguasai garakan flourish, disebut Flourisher.

“Tidak hanya menguasai gerakan-gerakan tetapi juga harus menguasai move (trik) dalam memainkan card flourish itu sendiri” tukas Bayu selaku media ICA.

Gerakan-gerakan tersebut bermacam-macam, diantaranya One handed cuts adalah  melakukan cut dengan satu tangan, sedangkan two handed cuts melakukan cuts dengan dua tangan, fans sebuah gerakan membentuk kipas (setengah atau tiga perempat lingkaran) dari kartu ditangan. Lalu ada shuffles, gerakan mengacak dan mengocok satu pak kartu, bertujuan untuk mengubah susunan dan urutan kartu dalam sebuah Deck. Nah ini dia salah satu gerakan tersulit, dengan resiko gagal paling besar dalam kategori card flourish, ialah arials memainkan dengan melempar kartu ke udara dan menangkapnya lagi. wah ternyata masih ada beberapa cara, diantaranya charlier cut, Revolution cut, sybil cut, swivel cut, dan masih banyak lagi.

Kartu yang digunakan untuk bermain card flourish sangat beragam diantaranya, arco deck, bicycle titanium, bicycle pastel, bicyle low vision, bicyle ghost black, bicycle vintage, bicycle gost white, dan mandolin black.

“Untuk harga kartu flourishnya berkisar antara 50 ribu sampai jutaan rupiah” ucap agung salah seorang flourisher. Semakin langka kartu Flourish semakin mahal harganya” jelasnya kepada diamma.com. “Untuk mendapatkan kartu flourish bisa didapatkan di sulap store ataupun di online shop yang khusus menjual kartu flourish.”

Sekarang sudah tahu kan apa itu card flourish. Ternyata masih ada satu lagi yang kurang, sekilas tentang Indonesian Card Artist atau ICA, adalah suatu perkumpulan para flourisher yang didirikan 2 tahun yang lalu tepatnya pada 1 febuari 2009. Berawal dari pertemuan 7 flourisher di tamini squere maka dibentuklah ICA, para pendirinya adalah, Rama, Gior, Ndika, Adi, Kiki, Edi, dan Osa. Sampai sekarang ICA sudah mempunyai anggota sekitar 200 orang yang di Jakarta, dan sudah mempunyai regional-reegionalnya seperti, Semarang, Bandung, Bekasi, dll.

Bagi kalian yang ingin bergabung untuk belajar gerakan dalam memainkan card flourish, datang saja ke Mc. Donald  Kemang, disana ICA biasa berkumpul pada hari Minggu malam. Atau jika hanya ingin  mengetahui seputar flourish bisa bergabung di facebook fan page Indonesian Card Artist. Sungguh menarik bukan.

Reporter : April Diani & Dwi Ayu Rochani/Fotografe : April & Hani

Editor : Frieska M.

Indonesian Card Artist (ICA) didirikan 2 tahun  yang lalu tepatnya tanggal 1 febuari 2009. Berawal dari pertemuan 7 flourisher di tamini squere maka dibentuklah ICA, para pendirinya adalah, Rama, Gior, Ndika, Adi, Kiki, Edi, dan Osa. Sampai sekarang ICA sudah mempunyai member sekitar 200 orang yang di Jakarta, dan sudah mempunyai regional-reegionalnya seperti, Semarang,Bandung, Bekasi, dll.