Home Sorot Gladiresik Music Lab, Berantas Buta Musik Anak Negeri

Gladiresik Music Lab, Berantas Buta Musik Anak Negeri

401
0
SHARE

Didasarkan terpuruknya pengetahuan anak negeri tentang musik, Gladiresik Music Lab mengajak 2000 orang belajar musik selama 3 bulan GRATIS! TRUE BASIC BRING EXCELLENCE.

 

 

Diamma.com – Gladiresik Music Lab adalah wadah untuk belajar musik pada tingkatan basic yang bersistem kurikulum seperti di sekolah. Perbedaannya memiliki waktu belajar yang flexible seperti di tempat kursus. Wadah ini juga memiliki Kepala Sekolah dan pengajar-pengajar yang mendidik dengan kurikulum yang formal, bukan kurikulum pribadi seperti belajar informal lainya. Selain itu, terdapat staf ahli yang sudah berpengalaman pada bidang musik dan sudah sering tampil pada event-event musik ternama seperti JAVA JAZZ.

Musik bisa dikatakan hobi. Bahkan menjadi sesuatu yang komersial dalam dunia entertainment. Banyak orang-orang ingin menjadi musisi atau sekedar dapat bermain musik tetapi mereka tidak banyak memiliki kesempatan untuk belajar. Kendala yang mereka alami biasanya pada biaya kursus yang mahal. Banyak juga orang yang dapat bermusik dengan cara otodidak (belajar sendiri) dari hanya melihat atau ikut-ikutan teman yang sudah ahli di musik, namun orang yang sudah dapat bermain musik kemungkinan masih kurang mengerti basic dari musik yang mereka mainkan. Apalagi mereka yang hanya ikut-ikutan bermain alat musik.

Berdasarkan rasa kepedulian terhadap musik di Indonesia dan kurang pendidikanya untuk anak negeri maka Gladiresik Music Lab (GML) mempersembahkan Peduli Pendidikan Musik Anak Negeri 2012. Sebuah program belajar musik selama tiga bulan gratis yang di cetuskan oleh owner GML, Todung Pandjaitan. Tujuannya untuk memberantas buta musik di Indonesia. Program ini dibuka luas untuk mereka yang ingin belajar musik dari basic dan menjadi orang yang lebih dari bisa bermain musik. Program ini lebih mengutamakan praktik dalam bermusik, akan tetapi materi dan modul-modul tetap diberikan untuk lebih memudahkan siswa belajar. Persyaratan untuk mengikuti kesempatan langka ini hanyalah siswa harus berusia diatas 15 tahun dan tidak ada maksimal umur. Seperti ungkapan “tiada kata telat untuk belajar”.

Pendaftaran sudah dibuka sejak awal bulan Desember 2011 dan akan di tutup pada akhir bulan Desember 2011. Menurut Nurulita, Humas GML, “pendaftaran sudah sampai 200 sekolah, mungkin lebih banyak berlokasi di Jakarta Selatan dan ini pertama kali untuk program gratis ini diselengarakan, bukan hanya 3 bulan sebenarnya, jika murid menerima grade A murid tersebut dapat 3 bulan gratis tambahan,” jelasnya.

Staf ahli yang akan membimbing para siswa adalah orang-orang yang sudah berpengalaman seperti, Todung Pandjaitan sebagai pengajar bass, Donny Suhendra sebagai pengajar gitar, Fajar Satritama sebagai pengajar drum, Andy Ayunir sebagai pengajar keyboard dan penyanyi jazz Syahrani, sebagai pengajar vocal.

Musik memang sudah seharusnya mempunyai tempat tersendiri dalam dunia pendidikan Indonesia. Mencontoh Negara-negara maju yang menempatkan musik sebagai kurikulum sekolah dan bukan hanya ekstrakurikuler. Musik adalah suatu penyeimbang dalam kinerja otak kiri dan kanan manusia. Tanpa musik, tidak akan ada orang yang dapat berfikir secara seimbang karena otak kanan dan kiri selalu bersinambungan.

Reporter: Kharis Karim / Foto: Dok Gladiresik

Editor: Frieska M